Direksi & Komisaris

Dewan Komisaris

Gandhi Sri Widodo

Komisaris Utama

Gandhi Sriwidodo kembali menjabat sebagai Komisaris Utama PT Pertamina EP Cepu (PEPC) berdasarkan Keputusan Pemegang Saham Secara Sirkuler pada tanggal 13 Desember 2021

Gandhi Sri Widodo lahir di Semarang, 16 November 1963. Merupakan lulusan Teknik Kimia Universitas Diponegero (1989) dan Magister Management dengan konsentrasi Marketing dari Universitas Hasanuddin (2003). Memulai karier di Pertamina sejak 1991, Gandhi Sri Widodo pernah menjabat sebagai VP Industrial Fuel Marketing PT Pertamina (Persero) dan sebagai Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga. Jabatan terakhirnya adalah sebagai Direktur Logistik Supply Chain Dan Infrastruktur PT Pertamina (Persero) di tahun 2019.

Prof. Dr. Edward Omar Sharif Hiariej, S.H., M.Hum. (Eddy O.S. Hiariej)

Komisaris

Prof. Eddy menjabat sebagai Komisaris PEPC berdasarkan RUPS Sirkuler tentang Pengangkatan Dewan Komisaris tanggal 20 Mei 2020 dan berdasarkan Akta RUPS No. 6 tanggal 15 Juni 2020 perihal tersebut di atas.

Prof. Eddy lahir di Ambon, 10 April 1973. Merupakan lulusan Sarjana Hukum, Fakultas Hukum UGM Yogyakarta (1998), Master Hukum Program Studi Ilmu Hukum Pasca sarjana Fakultas Hukum UGM (2004) dan Doktor Ilmu Hukum Pasca sarjana. Pada tanggal 23 Desember 2020, Prof. Eddy dilantik sebagai Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Republik Indonesia.

Direksi

Awang Lazuardi

Direktur Utama

Awang Lazuardi menjabat sebagai Direktur Utama PEPC berdasarkan RUPS Sirkuler tentang Pemberhentian Direksi, Perubahan Nomenklatur Jabatan serta Pengangkatan Direksi tanggal 13 Juni 2020 dan berdasarkan Akta RUPS No. 1 tanggal 2 Juli 2020 perihal tersebut di atas.

Awang Lazuardi lahir di Sidoarjo, 11 Oktober 1974. Merupakan lulusan Teknik kimia Fakultas Teknologi Industri, ITS Surabaya, Magister Management Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Airlangga Surabaya. Sebelum menjabat sebagai Direktur Utama PEPC, Awang Lazuardi sebelumnya menjabat sebagai VP Production & Operations PT Pertamina Hulu Energi. 

Comments are closed.