Sosialisasi Sistem Tata Kerja (STK) Fungsi Strategic Planning di Pertamina EP Cepu

JAKARTA – PT Pertamina EP Cepu (PT Pertamina EP Cepu) kembali mengadakan sosialisasi Sistem Tata Kerja (STK) di ruang Banyu Urip-Jambaran Gedung Patra Jasa, Jakarta, pada (25/7/2018). Narasumber pada kesempatan kali ini adalah fungsi Strategic Planning dengan pembicara Nina Karina dan Kenny Revana beserta Strategic Planning Manager Gusnida. Acara dihadiri oleh Adi FM Ringoringo selaku Risk & Quality Management (R & QM) Manager, Kunadi sebagai PGA & Relations Manager, tim manajemen, dan pekerja PT Pertamina EP Cepu lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gusnida memaparkan tentang 10 STK yang telah disusun oleh fungsi Strategic Planning. Yaitu, dua pedoman, lima tata kerja organisasi (TKO), dan tiga tata kerja individu (TKI). “Namun pada kesempatan kali ini, kami akan menyosialisasikan tiga STK yang menjadi dasar tujuan bisnis dan kinerja perusahaan, yaitu TKO mengenai Penyusunan RJPP PT Pertamina EP Cepu, TKO Penyusunan RKAP PT Pertamina EP Cepu, dan TKO Penyusunan Kinerja (Kontrak Manajemen & KPI),” jelasnya.

Menurut Gusnida, ketiga TKO tersebut pada dasarnya memiliki keterkaitan satu sama lain. “RJPP menjadi referensi dalam penyusunan RKAP. Selanjutnya RKAP tahunan yang telah disahkan akan dipergunakan sebagai dasar acuan target KPI perusahaan,” imbuhnya.

Sementara itu, Nina Karina menerangkan bahwa dalam penyusunan RJPP dan RKAP perlu memperhatikan perubahan lingkungan bisnis, yang terdiri dari faktor eksternal dan internal. “Contoh faktor eksternal adalah fluktuasi harga minyak, perkembangan teknologi digital yang pesat, permintaan konsumen, dinamika politik, dan kendala dalam proses perijinan. Sedangkan contoh faktor internal, antara lain: HSSE performance, efisiensi biaya di semua lini, subsurface assessment, tingkat keberhasilan pemboran eksplorasi dan optimasi biaya pemboran, aging facilities, dan pemberdayaan tenaga kerja semaksimal mungkin,” jelasnya. Selain itu, tentunya mempertimbangkan juga shareholder aspiration tahun depan yang mengacu pada aspirasi tahun sebelumnya dan tahun berjalan.

Selanjutnya, Kenny Revana memaparkan tentang Penyusunan Kinerja (Kontrak Manajemen & KPI). “Performance Management System (PMS) dirancang, disusun, dan diimplementasikan untuk membentuk budaya kinerja yang kuat dan berkelanjutan di PT Pertamina EP Cepu. Siklus PMS pada prinsipnya ditujukan untuk memastikan pencapaian sasaran dan prioritas perusahaan, serta wadah bagi pengembangan pekerja mencapai kinerja terbaiknya,” tukas Kenny.

Acara ditutup dengan sesi tanya jawab dan diskusi antara narasumber dan peserta yang hadir dalam sosialisasi tersebut.

Comments are closed.