Townhall Meeting Perkenalan Direksi baru PEPC

Posted by Admin

Jakarta–Formasi jajaran Direksi PT Pertamina EP Cepu (PEPC) menjadi lengkap setelah bergabungnya 2 (dua) Direksi baru, yakni Ahmad Zaidi sebagai Direktur Operasi dan Taufik Adityawarman sebagai Direktur Pengembangan. Dalam rangka perkenalan Direksi baru ini, maka PEPC menggelar pertemuan dengan seluruh pekerja dan Tim Manajemen yang berada di Jakarta dan site office Bojonegoro (melalui video conference) pada Kamis (7/2) di ruang Banyu Urip - Jambaran gedung Patra Jasa.

Pada kesempatan ini, Whisnu Bahriansyah selaku Vice President (VP) Legal & Relations PEPC sebagai moderator acara memperkenalkan Direksi baru yang efektif mulai Pebruari 2019 bertugas di PEPC. Direktur Operasi, Ahmad Zaidi, pria kelahiran Kotabumi, 28 Pebruari 1964, alumnus Teknik Pertambangan Universitas Sriwijaya. Zaidi meniti karir di PT Pertamina (Persero) sejak tahun 1992 dan pernah bergabung di PEPC selama kurun waktu 2009 - 2016. Beliau juga berpengalaman sebagai General Manager (GM) JOB Pertamina Medco E & P Simenggaris (2016-2017) dan GM JOB Pertamina Medco E & P Tomori Sulawesi (2017-2019). Sementara Direktur Pengembangan, Taufik Adityawarman, kelahiran Ciamis, 23 Agustus 1967, alumnus Teknik Mesin Institut Teknologi Bandung yang juga pernah menimba ilmu di Universitas Indonesia, University of Manchester (Inggris), dan University of Pennsylvania (Amerika Serikat). Taufik menempa diri dengan merintis karirnya di British Petroleum (BP) dan ARCO tahun 1992-2007, kemudian bergabung dengan Pertamina Hulu Energi (PHE) sejak tahun 2007, dan terakhir bertugas di PT Pertamina EP sebagai VP Surface Facilities 2016-2019.

Direktur Utama (Dirut) PEPC, Jamsaton Nababan, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa jabatan Direktur Operasi dan Direktur Pengembangan mengalami kekosongan sekitar 16 bulan, maka dengan masuknya jajaran Direksi baru sekarang diharapkan semakin menguatkan kinerja perusahaan ke depan. Jams, panggilan akrab Jamsaton, kembali menyinggung prestasi PEPC yang cukup membanggakan pada dua tahun terakhir ini, sebagai salah satu anak perusahaan penyumbang keuntungan terbesar di PT Pertamina (Persero). Prestasi lainnya adalah, HSSE di tahun 2018 tidak terjadi fatality, 9 (sembilan) tim CIP (Continuous Improvement Program) dari PEPC masing-masing mendapatkan penghargaan internal Pertamina, nasional dan internasional. Selain itu, PEPC memperoleh nominasi dalam berbagai kategori di APSA (Annual Pertamina Subsidiary Award). Menyoal proyek Jambaran-Tiung Biru (JTB) yang saat ini sedang menjadi ikon PEPC, "JTB identik dengan PEPC, artinya jika JTB amburadul maka PEPC pun ikut amburadul”, katanya. Oleh sebab itu, Jams menaruh harapan besar kepada seluruh jajaran Direksi agar JTB no fail dengan status on schedule, on budget, dan on spec. "Kepada teman-teman di PEPC, saya harapkan semua tim solid, mendukung Direksi baru untuk mencapai cita-cita yang kita inginkan," himbaunya. Dan sebagai penutup, Jams mengucapkan selamat datang dan selamat bertugas kepada Direktur baru, "Berikan yang terbaik untuk perusahaan agar kita bisa membawa ‘perahu’ ini ke satu tujuan".

Senada dengan Jamsaton Nababan, Direktur Bisnis Support, Desandri, mengatakan bahwa dirinya sangat yakin dan optimis dengan tambahan dua Direksi baru, ke depan PEPC akan menjadi lebih baik. Hal tersebut dibuktikan dengan sudah dilewatinya masa sulit bagaimana proyek JTB akhirnya dapat terus bergulir di tangan PEPC dan tahun 2016 - 2018 profit PEPC terus tumbuh. "Tantangan kita semakin besar di depan, semoga tim produksi dan lifting yang dipimpin oleh bapak Zaidi dan bapak Taufik akan menjadi lebih baik, dapat berkoordinasi dengan Persero, juga untuk perkapalan dan pengolahan," ujarnya. Desandri juga menekankan aspek efisiensi untuk terus diterapkan tanpa mengurangi kesejahteraan pekerja dan HSSE.

Selanjutnya, Direktur Operasi, Ahmad Zaidi, menyampaikan ucapan terima kasih atas kembalinya dia bergabung di PEPC. "Tugas saya pertama, adalah menjaga dan mengoptimalkan produksi minyak Banyu Urip. Kedua, mengoptimalkan SDM yang ada untuk pembekalan ke depan sehingga kita memiliki SDM yang unggul untuk menghandle pengembangan lapangan lainnya. Ketiga, kami menyiapkan diri untuk mensupport proyek JTB on stream," ucapnya.

Sementara, Direktur Pengembangan, Taufik Adityawarman, sebagai orang baru di PEPC, beliau mengulang permintaan Dirut PEPC agar proyek JTB no fail, karena proyek ini sangat stretegis dan menjadi sorotan. Untuk itu dia akan mengawal dan lebih fokus dalam mengerjakan proyek tersebut. Selain itu, Taufik juga akan berusaha mencari prospek, temuan atau cadangan baru yang bisa dikembangkan, sehingga sustainabilty ke depan terus terjaga. "Untuk aspek HSSE, saya mohon tolong kita kawal bersama mengingat JTB merupakan proyek nasional, mulai dari health awareness, construction safety, hingga comissioning dan first case. Saya yakin dengan tim yang solid, kita mampu bahu membahu menciptakan HSSE yang baik sebab HSSE menjadi accountability kita sebagai pekerja, dengan safety sebagai hal yang paling utama," tuturnya. Acara ditutup dengan sesi tanya jawab dan ramah tamah.