Menyongsong Transformasi Pertamina, Pertamina EP Cepu Raih 3 Penghargaan Terbaik dan 2 Platinum CIP di APQA 2020

Posted by Admin

PT Pertamina EP Cepu berhasil meraih tiga penghargaan, dua Platinum dan tiga Gold pada ajang bergengsi Insan Mutu Pertamina (Persero) Annual Pertamina Quality (APQ) Awards 2020. Acara yang berlangsung secara daring, Kamis (2/7) ini merupakan kegiatan tahunan dari PT Pertamina (Persero). Tahun ini APQ Awards mengusung tema "Levelling Up Competitiveness Through Synergy in Quality Improvement."

Direktur Utama PEPC Awang Lauzardi, mengucapkan selamat kepada para pemenang yang berhasil mendapatkan penghargaan. ‘’Saya ucapkan selamat kepada pemenang diajang APQ Awards 2020 terutama pekerja PEPC yang sudah bekerja keras untuk mendapatkan penghargaan tersebut,’’ Ucapnya.

Tidak hanya itu dirinya juga berharap kedepannya pekerja PEPC dapat berinovasi dengan ide yang lebih baru. Hasil kerja keras yang sudah didapat saat ini diharapkan biasa dipertahankan dan ditingkatkan.

Dirinya juga berpesan kepada semua yang ada di PEPC jangan berpuas diri dengan apa yang sudah didapatkan sekarang. ‘’ Jangan berpuas diri, terus berinovasi karena tantangan dimasa depan jugas semakin berat jika tidak berinovasi maka hasil yang sekarang didapat belum tentu bisa didapat,’’ Pesan Awang.

Selain itu Whisnu Bahriansyah VP, Legal & Relations merasa bangga dengan pencapaian yang didapat oleh PEPC. "Kami bangga bisa mendapatkan penghargaan tersebut, karena ini membuktikan bahwa PEPC dapat bersaing sejajar dengan anak perusahaan Pertamina lainnya, dan ini merupakan tantangan bagi kami untuk menjadi lebih baih di masa mendatang," ucapnya.

Pertamina EP Cepu berhasil meraih kategori The Best Performance Excellence, The Most Value Creation Achievement dan Special Recognition For Upstream Cost Production. Pencapaian ini merupakan wujud nyata bahwa budaya inovasi dan perbaikan yang berkelanjutan di level bisnis dan operasional sudah berjalan di PEPC,

Kategori The Best Performance Excellence diberikan kepada PT Pertamina EP CEPU yang berhasil menjaga dan meningkatkan kinerja Utama berdasarkan hasil Quality Management Assessment dua tahun terakhir, kategori The Most Value Creation Achievement diberikan kepada PT Pertamina EP CEPU yang berhasil memperoleh nilai rata-rata value creation aspek Q-C-D-S-M terbaik dan kategori Special Recognition For Upstream Cost Production diberikan kepada PT Pertamina EP CEPU karena berhasil menjadi yang paling optimal dalam pengelolaan Cost Production di Hulu dalam APQ Awards 2020.

Salah satu yang berhasil mendapatkan Platinum Award adalah FT Prove Mc Split Seal. Ini merupakan inovasi PT Pertamina EP Cepu yang dapat Menurunkan Biaya Maintenance Melalui Inovasi Mechanical Split Seal Pada Pompa Raw Water Intake Di Fasilitas Produksi Banyu Urip PT Pertamina EP Cepu.

PT Pertamina EP Cepu memiliki lapangan Banyu Urip yang telah beroperasi ±5 tahun dan telah memproduksi minyak sebesar 225.000 BOPD. Kebutuhkan air untuk menjaga tekanan sumur serta fasilitas utility dipenuhi dengan memompakan air dari Sungai Bengawan Solo menggunakan tiga pompa River Water Intake (RWI). Permasalahan yang sering terjadi di pompa RWI yaitu kegagalan mechanical seal yang dikarenakan adanya perubahan parameter fluida proses, dimana fluida air dari Sungai Bengawan Solo mengandung banyak lumpur (solid particle) terutama saat musim hujan, dengan Specific grafivity (S.G) aktual yaitu 1.1 – 1.3 dimana desain S.G 0.99.

Selain itu, dengan desain pompa RWI yang merupakan pompa vertical maka diperlukan pembongkaran pada equipment/ part yang berada diatas dari seal chamber, sehingga diperlukan waktu yang cukup lama untuk melakukan penggantian mechanical seal yang bocor, oleh karena itu biaya maintenance akan bertambah dikarenakan diperlukan waktu Lebih dari 10 hari dan Man power yang banyak untuk melakukan aktifitas pengggantian mechanical seal. Kegagalan pada ketiga pompa RWI akan berpotensi kehilangan 50 KBOPD atau setara dengan 24 Milyar rupiah per hari. Hasil analisa risiko menunjukan bahwa masalah utama ini memilki tingkat risiko yang tinggi (High).

Perubahan fluida proses merupakan faktor utama yang menyebabkan penurunan kehandalan dari mechanical seal, lumpur yang terbawa dari air bengawan solo menyebabkan kerusakan pada internal part mechanical seal seperti spring, O-ring serta Seal face, hal ini dikarenakan pompa RWI mempunyai desain API Plan 13 dimana sumber fluida merupakan fluida proses dan dialirkan menuju ke discharge pompa. Adapun desain dari mechanical seal yang lama (existing) yaitu mechanical seal tipe 1648 single cartridge (Rotor type-Pusher seal (O-ring)).

Dengan adanya kerusakan tersebut maka dilakukan modifikasi serta improvement pada desain mechanical seal dengan bertujuan agar dapat meningkatnya kehandalan mechanical seal serta mengurangi waktu pekerjaan yang nantinya akan mengurangi besarnya biaya pemeliharaan.

Dengan inovasi perubahan spesifikasi material dan tipe dari mechanical seal menjadi Carbide silica dan tipe split seal telah terbukti dan berhasil mengatasi masalah kebocoran fluida service di mechanical seal RWI Pump melalui tahapan Re-engineering, secara komprehensif serta tepat waktu sehingga gagasan tersebut ber- dampak sangat signifikan terhadap penurunan biaya maintenance di RWI Pump sekitar Rp 1.9 milliar atau penurunan biaya maintenance sebesar 74 % dari biaya awal serta dapat meningkatkan kehandalan pompa menjadi 97% yang sebelumnya hanya 60%.

Selain FT Prove Mc Split Seal, tim lain yang mendapatkan Platinum Award adalah PC Prove Comfin Spirit dengan judul inovasi Meningkatkan Laba Perusahaan Sebesar Rp 6,96 Milyar dengan Inovasi Sistem REDATA (Reimbursement Dana Talangan) antar Parties Wilayah Kerja Cepu di Pertamina EP Cepu. Dimana PT Pertamina EP Cepu melakukan proses komersialisasi bantuan pengaturan lifting bersama parties di Blok Cepu sehingga seluruh produksi minyak mentah Banyu Urip yang dihasilkan di Blok Cepu dapat ter-lifting dengan baik.