Hattrick Realisasi Kinerja di 2019 dan Keberhasilan mendapatkan Sertifikat ISO 37001:2016 Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) Pertama di Pertamina

Posted by Admin

Jakarta – PT Pertamina EP Cepu (PEPC) melakukan hattrick realisasi kinerja di 2019 dengan pencapaian seluruh item kontrak Manajemen Hijau di tahun 2019. Jamsaton Nababan selaku Direktur Utama PEP mengungkapkan hal tersebut pada Townhall Meeting awal tahun yang dilaksanakan di Head Office PEPC, serta di relay langsung ke Kantor Talok Bojonegoro dan Command Site Drilling Jambaran East melalui Video Conference. Hadir seluruh jajaran Direksi, Manajemen serta Insan Pekerja yang ada di lingkungan PEPC.

Dalam pemaparan aspek HSSE sepanjang 2019 yang disampaikan VP Legal & Relations, Whisnu Bahriansyah, menunjukkan pencapaian Safety Man-hours sebanyak 7.082.275 jam kerja tanpa kecelakaan.

Pada sesi selanjutnya Jamsaton Nababan memberikan apresiasi dan hormat kepada pekerja PEPC terutama yang berada di lapangan yang rela meninggalkan keluarga di tahun 2019 untuk bekerja di Proyek JTB dan Plant Produksi di Banyu Urip.

Jamsaton menambahkan, agar seluruh Pekerja tetap menjaga kesehatan dan keselamatan selama bekerja. Hal itu dikarenakan kondisi dilapangan yang memiliki cuaca tidak menentu seperti hujan deras maupun panas terik yang dapat mempengaruhi kesehatan pekerja terutama di proyek GPF.

Item KPI Penambahan Cadangan Minyak juga berhasil ditambah dari lapangan Banyu Urip sebanyak 40.02 MMBOE. ‘’Jumlah tersebut melampaui target yang telah direncanakan di 2019 yakni 34.07 MMBOE dan ini sudah masuk kategori hijau, begitupun project yang tengah digarap yakni Lapangan Gas Jambaran Tiung Biru yang menjadi salah satu proyek strategis Nasional. Saat ini perkembangannya telah mencapai 50,05% yang terdiri dari Land & Acquisition 100%, ECW 100%, EPC GPF 46.80% dan Drilling 48.85%. Proyek JTB menjadi satu-satunya Proyek Strategis Nasional yang On Schedule diantara Proyek Strategis Nasional lain,’’ terangnya.

Pencapaian keuangan 2019 mencapai USD 846,37 juta dalam hitungan Net Profit. ‘’Ya ini targetnya USD 842 juta, kita berhasil tambah 4 juta dari target meskipun harga jual minyak tengah turun. Namun dengan penambahan produksi dan efisiensi di wilayah operasi, hal ini dapat terlewati’’ Imbuhnya.

Sepanjang tahun 2019, PEPC berhasil meraih penghargaan antara lain Top 3 Upstream Category – Best HSSE Achiever 2018, Follow-up Action ISRS = 99.1%, 3 Platinum, 4 Gold dan Best Value Creation di Forum Hulu Pertamina, Best Upstream - EBITDA Growth 2018, Best Upstream – Company’s Soundness Level 2018, Green Category – Best Implementation of Community Involvement & Development (CID) 2018, Top 3 in Upstream Category – Best Implementation of Enterprise Risk Management (ERM) 2018, Top 4 in Upstream Category – Best Annual Report 2018, penyumbang Pajak Migas Terbesar tahun 2018 yang dinobatkan oleh Dirjen Pajak Kemenkeu RI, Juara III SKK Migas K3LL Award 2019, Pelaksananaan Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) mencapai 5.083.740 Jam tanpa Kecelakaan Kerja dari Gubernur Jawa Timur untuk Projek JTB, dan Best Design Booth dalam ajang pameran Joint Convention IATMI-IAGI-HAGI di Yogyakarta.

Secara berturut-turut Achmad Zaidy selaku Direktur Operasi menjelaskan Kegiatan Operasi, Desandri selaku Direktur Business Support menjelaskan Kinerja Keuangan, dan Bob Wikan Haksara Adibrata selaku GM Gas Project JTB menjelaskan Perkembangan Proyek JTB dan Kedung Keris Pertamina EP Cepu tahun 2019.

Dalam penyampaian aspirasi PEPC ke depan di sesi selanjutnya, Jamsaton juga menekankan kembali Perubahan Visi PEPC menjadi Perusahaan Migas Nasional Kelas Dunia sejak awal tahun 2019, ‘’Kelas dunia ini yang jadi tantangan bagi kita dan itu harus tercermin disetiap Insan Pekerja,’’ ujarnya.

Pada kesempatan ini, PEPC menerima Sertifikat ISO 37001:2016 Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) dari Badan Sertifikasi Tuv Nord Indonesia. Selanjutnya juga dilakukan penyerahan Buku Banyu Urip karya dari Direktur Operasi kepada Direktur Utama PEPC. Buku tersebut berisikan perjalanan PEPC dalam pengembangan lapangan Minyak Banyu Urip.

Sertifikat ISO 37001:2016 ini menjadi tambahan Prestasi bagi PEPC sebagai yang Entitas Bisnis Pertama di Pertamina yang mendapatkannya. “Sebagai upaya pencapaian Visi menjadi Perusahaan Migas Nasional Kelas Dunia PEPC akan melakukan sertifikasi ISO 9001, 14001 dan 45001 di tahun 2020,” pungkas Jamsaton. *PEPC



Penulis : Achmad Wibisono

Foto : Achmad Wibisono