KEGIATAN KAMI

Kegiatan pembangunan prasarana dan industri membuat pertumbuhan konsumsi energi rata-rata mencapai 7% dalam 10 tahun terakhir. Peningkatan tersebut melebihi rata-rata kebutuhan energi global.
WILAYAH OPERASI

PT Pertamina EP Cepu (PEPC) adalah afiliasi (anak perusahaan) PT Pertamina (Persero) yang bergerak di bidang kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi, yang meliputi eksplorasi, eksploitasi dan produksi di Wilayah Kerja Pertambangan ("WKP") Blok Cepu.

Wilayah Kerja Pertambangan Blok Cepu ("WKP") mencakup 2 (dua) wilayah yaitu Kabupaten Bojonegoro di Provinsi Jawa Timur serta Kabupaten Blora di Provinsi Jawa Tengah. Wilayah Cepu sudah terkenal dengan adanya persediaan akumulasi minyak dan gas bumi yang melimpah sejak zaman Belanda di mana kegiatan di sektor migas saat itu dilakukan oleh Bataafsche Petroleum Maatschappij ("BPM").

PROYEK

Saat ini, proyek pengembangan lapangan yang sedang dilakukan adalah project full field Banyu Urip yang diprediksi mampu memproduksi minyak hingga 165 KBOPD dan Proyek Pengembangan Gas Cepu yang meliputi lapangan unitisasi Jambaran - Tiung Biru dan lapangan Cendana. Proyek pengembangan Gas Cepu diprediksi memproduksi gas sebesar 315 MMSCFD selama masa plato 16 tahun produksi.

Banyu Urip Full Field

Kegiatan Pengembangan Lapangan Banyu Urip meliputi Kegiatan EPC (Engineering, Procurement and Construction) yang terbagi atas 5 (lima) aktivitas EPC yaitu :

  • EPC1 : Central Processing Facilities (CPF), Lingkup pekerjaan meliputi:
    1. Pembangunan Wellpad untuk 49 sumur
    2. Flowline from the wellpads menuju CPF
    3. Sour Crude Processing & stabilization (185 kBD)
    4. Crude Storage (125 kBD) & export pump
    5. Gas Handling & Injection
    6. Produced Water Treatment
    7. Fuel Gas Treatment
    8. Power Generation
  • EPC2 : Onshore Export Pipeline, Lingkup pekerjaan meliputi:
    1. Onshore Pipeline 72 km x 20"
    2. Pipa untuk Horizontal Directionally Drilled (HDD), 20"
    3. Insulation pipe
  • EPC3 : Offshore Export Pipeline & Mooring Tower, meliputi:
    1. Offshore Pipeline 23 km x 20" dia
    2. Polyurethane Foam Insulation for Flow Assurance
    3. Rigid Steel Riser
    4. Mooring Tower 33 meter water depth
    5. Piled Tower Structure
    6. 360 degree Rotating Assembly
    7. Lifting and Pigging Facilities
  • EPC4 : Floating Storage & Offloading (FSO). Lingkup pekerjaan EPC4 adalah:
    1. Konversi kapal tanker berjenis 90's Vintage VLCC (Very Large Crude Carrier) menjadi FSO (Floating Storage and Offloading unit) dengan kapasitas minimum 1.7 juta barrel
    2. Offloading rate 30.000-50.000 bbl/jam
    3. Kapasitas untuk mengakomodir kapal tanker dengan bobot mati 50.000-300.000 dwt
    4. Kapasitas awak 60-70 orang
  • EPC5 : Infrastructure Facilities, Lingkup pekerjaan meliputi:
    1. Solo Riverwater Intake Facility
    2. Solo Riverwater Retention Basin (5,5 Mm3)
    3. Administration, Operation & Maintenance buildings
    4. Personnel Housing & Support facilities
    5. Road & utility infrastructure

Pengembangan Gas Cepu

Proyek Pengembangan Gas Cepu didasarkan atas dua lapangan gas yakni lapangan Jambaran - Tiung Biru dan lapangan Cendana. Struktur Jambaran - Tiung biru merupakan reservoir gas yang melampar melalui dua wilayah kerja pertambangan yakni WKP Blok Cepu dan WKP milik PT Pertamina EP (PEP). Berdasarkan ketentuan PP No.35/2004, pengelolaan terhadap struktur tersebut harus dilakukan dengan konsep Unitisasi Lapangan Jambaran dan Tiung Biru untuk pengembangan gas yang optimal.

Berdasarkan Head of Agreement ("HoA") yang ditandatangani pada tanggal 17 Agustus 2011 antara KKKS Blok Cepu dengan PEP, PEPC ditunjuk menjadi Operator Unitisasi Lapangan Jambaran - Tiung Biru.

Pokok-pokok perjanjian dalam HoA antara lain:

  1. Jambaran - Tiung Biru diunitisasi.
  2. PEPC ditunjuk sebagai Operator Unitisasi
  3. Konsep pengembangan Gas terintegrasi Jambaran - Tiung Biru dengan Cendana

Rencana Pengembangan (Plan of Development/POD) Unitisasi Lapangan Gas Jambaran Tiung Biru (JTB) yang terintegrasi dengan Lapangan Cendana telah disetujui pada tanggal 13 Februari 2013. Pada tanggal 28 Februari 2013 PEPC ditunjuk sebagai Operator Unitisasi Lapangan Jambaran Tiung Biru (JTB) oleh Kementerian ESDM melalui persetujuan Unitization Agreement ("UA") yang ditandatangani oleh PEPC, MCL, Ampolex, BUMD, dan PEP.

Kegiatan proyek sampai dengan 2013 meliputi kegiatan AMDAL, procurement untuk FEED, optimisasi teknologi, perizinan dan survei pembebasan lahan.

PRODUKSI

Pengembangan Struktur Banyu Urip dilakukan dengan dua tahap yaitu tahap Early Production dan tahap Full Field Development. Tahap Early Production adalah tahap produksi awal dengan menggunakan Fasilitas Produksi Sementara yang telah dimulai tanggal 31 Agustus 2009 dan berakhir pada tanggal 16 Januari 2016. Tahap Full Field Development adalah tahap produksi dengan kapasitas penuh seiring penyelesaian tahap Engineering, Procurement dan Construction (EPC) dengan dimulainya Start-Up Train A Central Processing Facility (CPF) pada tanggal 14 Desember 2015 dan Train B tanggal 18 Januari 2016, kemudian tanggal 07 Januari 2017 Lapangan Banyu Urip melakukan kegiatan High Rate Test peningkatan produksi dari 185 MBOPD menjadi lebih dari 200 MBOPD pada tahun 2016 dengan mengoptimalkan peralatan/unit di Central Processing Facility (CPF) yang didukung dengan dikeluarkannya Sertifikat Kelayakan Penggunaan Instalasi (SKPI) dengan kapasitas menjadi 220 MBOPD pada tanggal 12 Mei 2017 dan Surat Keterangan Kelayakan Lingkungan (SKKL & IL) pada tanggal 24 Juli 2017.

Sejak diterbitkannya SKPI dan SKKL & IL kegiatan High Rate Test berakhir dan berlanjut menjadi normal operation activity. Kumulatif produksi sampai dengan 31 Desember 2017 sebesar 207.76 MMBO (93.49 MMBO PEPC Share 45%) dengan rata-rata produksi di tahun 2017 sebesar 203,522 BOPD (91,585 BOPD PEPC Share 45%).