PENINGKATAN PRODUKSI BLOK CEPU 10,000 BOPD MELALUI PROGRAM EARLY OIL EXPANSION (EOE)

Posted by Admin

Bojonegoro. Indonesia dapat berbangga. Ditengah defisit dan kesulitan akan kebutuhan energy nasional, pada pertengahan bulan Oktober 2014 Blok Cepu mampu menaikan produksinya sebesar 10.000 BOPD. Blok Cepu yang sebelumnya berproduksi dari 30,000 BOPD kini menjadi 40,000 BOPD. Produksi sebelumnya sebesar 30,000 BOPD tersebut diperoleh melalui Early Production Facility (EPF) Well Pad - A Lapangan Banyu Urip. Sama halnya seperti program EPF, tambahan produksi 10,000 BOPD juga dihasilkan dari program baru yang di-inisiasi oleh PT. Pertamina EP Cepu (PEPC) yakni program Early Oil Expansion (EOE), yaitu memproduksikan minyak dari sumur di Well Pad – C dengan menggunakan fasilitas produksi yang disewa dari pihak ketiga.

Hal tersebut di ungkapkan oleh Direktur Utama PT Pertamina EP Cepu, Amril Tahib Mandailing. menurut Amril T Mandailing, Proposal EOE tersebut dapat diterima oleh seluruh pihak dalam Konsorsium KKKS Blok Cepu. Setelah melaui proses yang cukup berliku-liku, akhirnya usulan program EOE tersebut dapat disetujui oleh SKKMigas. Pelaksanaan program EOE ini dimulai pada bulan Juli 2014 yang mencakup kegiatan pengurusan perijinan, pengadaan, engineering dan sebagainya. Dengan berbagai kendala yang dihadapi, akhirnya pada tanggal 23 Oktober 2014 yang lalu program EOE tersebut sudah berhasil mengalirkan minyak 10,000 BOPD.

"Program EOE dilakukan dengan mulai memproduksikan 3 sumur minyak baru dari Wellpad C Banyu Urip yaitu C03, C04 dan C06. Fluida dari sumur produksi tersebut diproses menggunakan unit fasilitas produksi yang disewa dari pihak ketiga dengan kapasitas 10,000 BOPD. Fasilitas produksi tersebut dapat memproses fluida sumur hingga menghasilkan kualitas minyak sesuai spesifikasi yang dipersyaratkan oleh buyer yang tertuang di dalam Crude Sale Agreement (CSA)", tambahnya.

Keandalan dari fasilitas produksi EOE ini ditentukan dari konfigurasi serta performa dari komponen-komponen prosesnya, yaitu:

  1. HP Separator
  2. H2S Stripper
  3. Oil Cooler
  4. Export Pumps
  5. Oil Tank
  1. Custody Meter
  2. HP Knock Out Drum
  3. Flare Stack (HP)
  4. Power Generator
  5. Nitrogen Generator
  1. Pengolah limbah
  2. Air Compressor
  3. Chemical Injection Skid
  4. Control Room

EOE mulai diproduksikan pada tanggal 23 Oktober 2014 sebesar 2,000 BOPD setelah ditandatanganinya Berita Acara pengesahan sistem meter sebagai titik jual beli minyak mentah oleh Ditjen Migas dan SKK Migas pada tanggal 22 Oktober 2014. Secara bertahap produksi terus ditingkatkan hingga telah mencapai 10,000 BOPD pada tanggal 30 Oktober 2014. Berikut profil kenaikan produksi Banyu Urip melalui fasilitas produksi EOE:

Peningkatan produksi Blok Cepu melalui EOE yang diinisiasi oleh PEPC ini akan dapat memberikan peningkatan pendapatan ke Pertamina sebesar US$ 13.5 Juta per bulan (45% PEPC Share). Direncanakan program EOE ini akan berlangsung 8-14 bulan.