Penandatanganan Settlement Agreement Lapangan Gas Unitisasi Jambaran-Tiung Biru (JTB)

Posted by Admin

Jakarta – Jum’at lalu (3/11) bertempat di kantor pusat PT Pertamina (Persero), telah dilakukan penandatanganan dokumen-dokumen amandemen Unitization Agreement (UA) & Unit Operating Agreement (UOA), Joint Operating Agreement (JOA) dan terminasi Cepu Gas Marketing Agreement (CGMA), serta penandatanganan dokumen Settlement Agreement (SA) yang dilakukan oleh pihak PT Pertamina EP Cepu (PEPC), PT ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), dan Ampolex. Pihak-pihak yang terlibat dalam tanda tangan dokumen tersebut adalah, Direktur Utama (Dirut) PEPC, Adriansyah, President Director EMCL, Daniel L. Wieczynski, Presiden Direktur PT Pertamina EP, Nanang Abdul Mana’af, Dirut PT Asri Dharma Sejahtera, Ganesha H. Askari, Dirut PT Petrogas Jatim Utama Cendana, Heru Pramono, Dirut PT Blora Patragas Hulu, Imam Mukhyar, dan Dirut PT Sarana Patra Hulu Cepu, Muhamad Iqbal. Penandatanganan ini juga turut disaksikan oleh Direktur Hulu PT Pertamina (Persero), Syamsu Alam, Direktur Gas PT Pertamina (Persero), Yenni Andayani.

Seperti diketahui, lapangan Jambaran-Tiung Biru (JTB) merupakan lapangan unitisasi antara lapangan Jambaran yang masuk wilayah kerja (WK) Cepu dan lapangan Tiung Biru yang masuk WK Pertamina EP. Berdasarkan Surat Menteri MESDM No. 9/13/MEM.M/2017 kepada Dirut PT Pertamina (Persero) pada tanggal 3 Januari 2017 perihal pengembangan Lapangan JTB, dan tanggapan Surat Dirut PT Pertamina (Persero) No. 012/C00000/2017-SO kepada MESDM pada tanggal 13 Januari 2017 perihal pengembangan lapangan JTB, bahwa PT Pertamina (Persero) c.q. PEPC selaku operator lapangan JTB siap secara penuh melaksanakan pengembangan lapangan JTB. Pertamina terus berupaya melakukan efisiensi agar harga gas dari JTB dapat memenuhi harapan pasar. Dengan berbagai langkah efisiensi, PEPC berhasil memangkas Capex dari POD Revisi 2015 senilai USD 2.056 Juta menjadi USD 1.547 Juta (tidak termasuk nilai akuisisi alih kelola) dan nantinya kapasitas dari plant yang akan dibangun sebesar 330 MMSCFD dengan mendapatkan produksi sales gas sebesar 172 MMSCFD dan masa plateau 16 tahun. Proyek JTB diperkirakan dapat memberikan lapangan pekerjaan bagi sekitar 6.000 tenaga kerja pada puncak pelaksanaan proyek.

Direktur Hulu PT Pertamina (Persero), Syamsu Alam, mengatakan bahwa proyek lapangan gas JTB merupakan proyek strategis pemerintah, meski dalam perjalanannya proyek ini menemui beberapa kendala, namun dengan adanya penandatanganan SA yang telah dilakukan, maka proyek JTB telah melangkah maju, dan pengerjaan EPC bisa segera dimulai. Untuk itu, Syamsu Alam meminta dukungan kepada EMCL, BUMD, dan pemangku kepentingan baik di daerah maupun di pusat agar proyek JTB dapat berjalan lancar. “Ke depan, perjalanan masih panjang, PEPC akan bekerja sama dengan Direktorat Gas, PEP, dan pihak terkait lainnya, karena JTB merupakan proyek terbesar di Direktorat Hulu saat ini,” ujarnya. Oleh karenanya, PEPC sebagai anak perusahaan yang akan mengeksekusi proyek ini diminta untuk memperhatikan faktor Health, Safety, Security, Environment (HSSE), dimana banyak tenaga kerja yang terlibat dalam pengerjaannya, dengan demikian faktor keselamatan kerja menjadi prioritas utama. “Project Management JTB juga harus diperhatikan, agar ketepatan waktu dan biaya dapat terkontrol sehingga deviasi yang nantinya muncul tidak terlalu besar,” pesannya.

Sementara President Director EMCL, Daniel L. Wieczynski, menyampaikan ucapan terima kasih atas support dan kerja sama dalam pengelolaan sumber energi yang ada di Indonesia terutama di Blok Cepu. EMCL merasa bangga, excited, dan memberikan apresiasi atas keberhasilan proyek sebelumnya (Banyu Urip), dimana proyek tersebut dapat melampaui target yang telah ditentukan. Untuk lapangan gas JTB, dinilai merupakan proyek besar yang penuh dengan tantangan, maka dia berharap agar bisa meningkatkan kerjasama dengan lebih baik dan menggunakan profesionalisme tinggi agar pengerjaaan proyek sesuai dengan perencanaan.

Selepas penandatanganan seluruh dokumen, acara ditutup dengan do’a bersama, sesi foto, dan dilanjutkan dengan ramah tamah.