PKM IMATION - Peningkatan Feasibility Proyek Cepu Gas Melalui Optimalisasi Skenario Pengembangan Lapangan Jambaran-Tiung Baru

Posted by Admin

PT Pertamina EP Cepu (PEPC) merupakan salah satu anak perusahaan PT Pertamina (Persero) yang bergerak di bidang minyak dan gas bumi dalam area kegiatan usaha hulu yang meliputi aktivitas eksplorasi dan eksploitasi serta penjualan produksi minyak dan gas bumi dalam rangka mengembangkan Blok Cepu.

PEPC didirikan pada tanggal 14 September 2005 dengan tujuan untuk mengembangkan Blok Cepu. Dalam pengembangan Blok Cepu, PEPC bekerja sama dengan Mobil Cepu Limited, Ampolex, dan BUMD di mana PEPC memiliki participating interest (PI) sebesar 45%.

Salah satu proyek yang sedang dikelola di Blok Cepu adalah proyek Cepu Gas yang mencakup pengembangan lapangan Jambaran-Tiung Biru (JTB) dan lapangan Cendana. Proyek Cepu Gas telah mendapatkan persetujuan dari BP Migas (sekarang SKK Migas) untuk dikembangkan dengan disetujuinya Plan of Developtment (POD) dan PEPC ditunjuk sebagai operator. Penemuan cadangan pada lapangan Jambaran-Tiung Biru diperoleh dari sumur eksplorasi Jambaran-4 dan sumur Tiung Biru-1. Dari hasil well testing kedua sumur tersebut dapat dipastikan lapangan JTB & Cendana memiliki potensi untuk memproduksikan gas dalam jumlah yang besar dan sangat layak untuk dikembangkan.

Pada awal perencanaan proyek lapangan JTB & Cendana diprediksi mampu menyuplai gas sebesar 315 MMSCFD selama 16 tahun. Namun, dalam masa pengembangan proyek terjadi perubahan konsep pengembangan yang menyebabkan terjadinya kemunduran proyek dari schedule yang sudah direncanakan, sehingga mengakibatkan proyek ini menjadi tidak ekonomis untuk dikembangkan. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu strategi untuk dapat mencapai target-target pada proyek Cepu Gas agar proyek ini tetap dapat dijalankan. Salah satu upaya yang telah dilakukan agar proyek Cepu Gas tetap ekonomis adalah dengan melakukan optimalisasi capital expenditure (capex) untuk fasilitas produksi dengan cara mengeluarkan pengembangan lapangan Cendana (Cendana Pull-Out) dari proyek Gas Terintegrasi JTB & Cendana. Namun, dengan di-pull-out-nya pengembangan lapangan Cendana dari proyek Gas Terintegrasi JTB & Cendana menimbulkan tantangan baru dalam hal pemenuhan komitmen pada POD. Suplai gas sebesar 315 MMSCFD selama 16 tahun yang awalnya direncanakan akan dipenuhi oleh produksi dua lapangan (JTB & Cendana) sekarang hanya dari produksi satu lapangan saja (JTB).

Apabila tetap menggunakan konsep metode pengembangan lapangan sesuai dengan POD, berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan oleh partner, maka suplai gas sebesar 315 MMSCFD hanya bisa dipenuhi selama 13.5 tahun.

Untuk itu, PKM ImaTion melakukan langkah-langkah terobosan agar proyek Cepu Gas tetap ekonomis dan dapat mencapai target produksi sesuai dengan komitmen yang terdapat pada POD dengan melakukan optimalisasi skenario pengembangan pada lapangan JTB yang meliputi bidang reservoir, engineering, serta perencanaan & evaluasi (reneval).

Optimalisasi pada aspek reservoir dilakukan dengan mengoptimalkan jumlah sumur produksi yang dibutuhkan serta mengoptimalkan ukuran tubing dan interval perforasi. Di bidang engineering dilakukan optimalisasi ukuran flowline agar dapat mengurangi kehilangan tekanan di permukaan. Optimalisasi ini di- review secara sistematis dan terdokumentasi oleh fungsi reneval agar langkah-langkah yang dilakukan benar- benar bisa menjadikan proyek Cepu Gas tetap ekonomis dan mencapai target-target sesuai komitmen POD yang telah disetujui. Dengan optimalisasi skenario pengembangan yang dilakukan oleh PKM ImaTion, proyek Cepu Gas mampu menghasilkan produksi sebesar 315 MMSCFD (Juta Standar Kaki Kubik per Hari) selama 16 tahun sesuai komitmen POD dan berpotensi meningkatkan profit sebesar US$ 154,770,690 yang berkontribusi terhadap devisa negara.